Tottenham vs Chelsea: Ujian Berat Mourinho dan Tuchel

Tottenham vs Chelsea
Tottenham vs Chelsea akan menguji dua manager hebat, Mourinho vs Tuchel. (Foto GettyImages-Goal.com)

AnalisBola.com – Laksana bulan madu pengantin baru, pelatih baru juga membawa euforia di Chelsea. Semua pemain ingin membuktikan diri, terlebih pemain-pemain yang selama ini bukan pilihan utama Lampard, manajer sebelumnya.

Thomas Tuchel, sang manajer baru, mengambil kebijakan untuk mengombinasikan pemain senior dan pemain muda. Pemain-pemain seperti Marcos Alonso, Ruediger, dan Jorginho seakan memiliki harapan baru di Stamford Bridge. Pasalnya, semasa menjabat, Frank Lampard terlihat lebih suka mematangkan pemain muda seperti Pulisic, Mount, dan Hudson-Odoi.

Baca juga: Liverpool vs Brighton 0-1: Tumbang di Kandang, The Reds Turun Tangga

Tuchel memang belum kalah di dua pertandingan pertamanya. Imbang 0-0 melawan Wolverhampton lalu menang 2-0 melawan Burnley. Tetapi ujian Tuchel sesungguhnya datang pada Jumat (5/2) dini hari kala berhadapan dengan Tottenham Hotspur.

Bacaan Lainnya

Daya Tarik Manajer

Derbi London selalu menarik karena penuh gengsi tetapi pertandingan ini punya daya tarik tersendiri terkait juru taktik kedua tim. Tuchel adalah manajer anyar, sementara Jose Mourinho manajer kawakan. Tuchel sedang dinanti kiprahnya, sedang Mourinho dalam sorotan akibat dua kekalahan beruntun. Tottenham takluk 1-3 atas Liverpool (29/1) dan 0-1 atas Brighton (1/2).

Derbi ini merupakan pertemuan pertama Tuchel dan Mourinho. Tuchel sedang menikmati karir yang menanjak ke level elit Eropa selepas Paris Saint Germain. Sebelumnya Tuchel belum terlalu dikenal semasa lima tahun melatih Mainz 05 (2009-2014).

Baca juga: Man United Beringas hingga De Javu Anak Asuh Ralph Hasenhüttl

Baca juga:  Mengapa Chelsea Memilih Graham Potter?

Di sisi seberang, karir Mourinho justru “menurun” setelah deretan klub raksasa Eropa yang ditanganinya. Karirnya melambung saat dipinang Chelsea (2004) kemudian mencapai puncaknya di Inter Milan lalu Real Madrid (2010) dan Manchester United (2016).

Ulasan Teknis

Pada dua pertandingan pertamnya, Tuchel memainkan formasi 3-4-2-1 bervariasi dengan 4-2-3-1. Abraham atau Giroud sebagai ujung tombak didukung Werner dan Mount di belakangnya. Chelsea mendominasi penguasaan bola saat melawan Wolves dan Burnley hingga di atas tujuh puluh persen. Bola-bola pendek kelihatannya menjadi pakem Chelsea saat ini.

Pertahanan Chelsea juga berjalan seiring dengan kuatnya penguasaan bola. Tuchel masih clean sheet dalam dua pertandingan. Portal Livescore tidak mencatat shot on target Burnley dan Wolves di pertandingan sebelumnya. Silva dan Ruediger tampaknya menjadi tumpuan Tuchel di sektor belakang.

Mourinho yang terkenal dengan permainan pragmatisnya justru melempem di dua pertandingan terakhir. Tottenham sering menggunakan pola 3-4-3 yang bertransformasi ke 3-4-2-1 dengan mengandalkan Son dan Kane di depan.

Baca juga: Tottenham vs Chelsea: Akankah Spurs Loyo lagi Tanpa Harry Kane?

Mourinho mengalami tantangan berat dengan absennya Reguilon, Giovani Lo Celso, dan Harry Kane akibat cedera. Namun salah satu andalannya di lini tengah, Ndombele, diperkirakan bisa bermain setelah cedera di pertandingan sebelumnya.

Ketergantungan Tottenham kepada Kane tak bisa dipungkiri, baik untuk urusan gol, assist, dan yang terpenting, kepemimpinan. Son seorang diperkirakan tidak cukup untuk membuat Spurs tajam sementara Bale masih belum menemukan permainan terbaiknya.

Fakta Menarik

Dilansir dari BBC, berikut ini fakta-fakta menarik dari pertemuan kedua tim.

Chelsea tidak terkalahkan dalam empat pertemuan Premier League terakhir. Chelsea bahkan mencatatkan clean sheet di tiga pertemuan.

Baca juga:  Misi Balas Dendam Arsenal di Kandang Southampton

Thomas Tuchel bisa menjadi bos Chelsea pertama yang mencatatkan clean sheet dalam tiga pertandingan liga pertamanya sejak Jose Mourinho pada Agustus 2004.

Tottenham adalah satu-satunya tim yang belum kalah dalam derbi London di Liga Premier musim ini, meski mereka telah seri empat dari lima pertandingan.

Tottenham bisa kehilangan tiga pertandingan liga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November 2012. Tottenham pernah mengalami tiga kekalahan beruntun di liga antara 2004-2005 yang melibatkan Chelsea.

Ujian Berat

Sementara Tuchel menghadapi ujian melawan tim kuat pertama, pertandingan ini juga menjadi ujian berat bagi Mourinho untuk memutus catatan buruk. Kekalahan ketiga secara beruntun pasti memerosokkan moral tim dan memancing para petinggi klub bereaksi.

Tiga poin juga sangat penting diraih keduanya agar mendekati zona Eropa. Saat ini Tottenham dan Chelsea sama-sama memiliki poin 33 namun Chelsea kalah selisih satu gol sehingga berada di posisi ke-8 klasemen, tepat di bawah Tottenham.

Memperhitungkan kondisi moral yang terbalik antara kedua tim dan materi pemain yang bisa diturunkan, Tottenham sepertinya akan kewalahan di kandang sendiri. Hasil imbang menjadi realistis mengingat strategi bertahan Mourinho yang terkenal baik. Namun hasil bisa berbeda jika serangan balik Mourinho kembali memakan korban.

Bergman Siahaan
Facebook | Instagram | derau.net

***
Ingin menjadi kontributor di AnalisBola.com, Silakan hubungi kami melalui email: analisbolacom@gmail.com

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *