Sadio Mane: Pengganti Sempurna Franck Ribery di Bayern Munchen

Sadio Mane : Pengganti Sempurna Franck Ribery di Bayern Munchen
Sadio Mane Bergabung dengan Bayern di Musim ini. (Sumber : eurosport.com)

Selama 12 tahun lamanya, Bayern Munchen pernah memiliki seorang pemain loyal terbaik yang sangat bertalenta dan berperan besar dalam membawa klub tersebut meraih kesuksesan dan kejayaanya hingga saat ini. Sosok pemain tersebut adalah Franck Ribery.

Franck Ribery telah menjadikan dirinya sebagai salah satu legenda besar bagi klub berjuluk Die Bavarian tersebut. Namanya disandingkan dengan deretan legenda Bayern Munchen lainya seperti Uli Hoeness, Franz Beckenbauer, Dietmer Hamann, Oliver Kahn, Jurgen Klinsmann, Philipp Lahm hingga Robert Lewandowski.

Selama 12 tahun berkarir sejak tahun 2007, Ribery telah menyumbangkan 124 gol di semua kompetisi. Selain itu, pemain asal Prancis yang berposisi sebagai winger tersebut juga telah menyumbangkan 23 gelar juara untuk Die Bavarian antara lain adalah 9 gelar juara Bundesliga, 6 gelar juara DFB Pokal, dan gelar juara liga Champions musim 2012/13.

Selain itu, Ribery juga berduet dengan Arjen Robben selama karirnya di Bayern Munchen. Kelak, duet inilah yang menjadi salah satu duet terbaik dalam sejarah bukan hanya di Bayern Munchen tetapi juga di sepakbola dunia. Duet bersama Robben tersebut dijuluki “Robbery”, dimana Ribery bermain sebagai winger kiri dan Robben bermain sebagai winger kanan.

Bacaan Lainnya

Sayangnya, kebersamaan dan cerita manis Ribery bersama Bayern harus berakhir pada tahun 2019. Setelah 12 tahun meraih kesuksesan, Ribery memutuskan hengkang ke Serie A dan bergabung dengan Fiorentina. Kepergianya dari Bayern juga berbarengan dengan Robben yang kembali ke Belanda untuk bergabung dengan Groningen.

Baca juga:  Lewandowski Pecahkan Rekor 49 Tahun Gerd Muller

Kepergian Ribery sepertinya membuat “ada sesuatu yang hilang” di Bayern Munchen. Meskipun Bayern Munchen tetap meraih kesuksesan besar setelah ditinggal Ribery, termasuk meraih juara liga Champions tahun 2020, Seluruh fans Bayern Munchen sepertinya tetap menantikan pemain yang memiliki karakterisitik serupa dengan Ribery.

Sepertinya Bayern mampu menjawab harapan seluruh fans tersebut. Pada (22/6/2022), Bayern resmi mendatangkan Sadio Mane dari Liverpool dengan nilai transfer 35 juta Euro dan durasi kontrak tiga tahun. Kedatangan Mane akhirnya disambut meriah oleh seluruh fans Bayern, terlebih saat itu mereka juga akan ditinggal Lewandowski yang hengkang ke Barcelona.

Hanya butuh dua pertandingan saja bagi Mane, untuk menegaskan dirinya sebagai salah satu calon pemain terbaik Bayern sepanjang masa. Dua gol dari dua laga sudah dihasilkan oleh pemain timnas Senegal tersebut. Gol pertama dicetaknya pada pertandingan melawan RB Leipzig dalam DFL-Supercup 2022, dan di saat itu pula, Mane meraih gelar pertamanya di Bayern.

Gol kedua dicetaknya pada pertandingan pertama Bundesliga melawan tuan rumah Eintracht Frankfurt (5/8/2022), dimana Bayern berhasil menang telak dengan skor 6-1. Bukan hanya mencetak gol, dirinya juga mampu menjadi kunci permainan dan motor serangan Bayern pada pertandingan tersebut.

Pada pertandingan tersebut, Mane mampu menampilkan permainan memukau. Bersama dengan motor serangan Bayern lainya seperti Muller, Gnabry, dan Musiala. Dirinya menjadi salah satu faktor betapa dominan dan efektifnya serangan Bayern dalam menembus serta memporak-porandakan pertahanan Eintracht Frankfurt.

Mane yang bermain di posisi sayap kanan, begitu agresif dalam pertandingan ini. Selain mampu menunjukan dribble yang cukup mematikan dan selalu unggul dalam duel 1v1, Mane juga sering membuka ruang untuk serangan dan aliran bola Bayern. Selain itu, Mane juga sering memberikan umpan-umpan yang cukup berbahaya kepada pemain Bayern lainya.

Baca juga:  Borussia Monchengladbach vs Stuttgart 3-1: Die Fohlen Raih Kemenangan Kelima di Musim Ini

Meskipun berposisi sebagai pemain sayap kanan, Mane juga seringkali berpindah posisi dalam mengatur serangan Bayern. Seperti pada gol keempat Bayern melawan Eintracht Frankfurt, Mane membuat pergerakan dan mengumpan bola dari sisi tengah ke sisi kanan Bayern dimana kemudian itu menjadi salah satu proses terciptanya gol keempat Bayern.

Penampilan gemilang Mane hanya dalam waktu dua pertandingan saja, membuat publik yakin bahwa Mane adalah sosok pengganti Ribery yang sesungguhnya. Persepsi tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat Mane memiliki karakteristik yang serupa dengan Ribery, mulai dari gaya bermain, agresifitas dalam mencetak gol, hingga kemampuanya untuk membaca pertandingan serta melancarkan aliran serangan yang cukup efektif.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *