Preview El Clasico: Dua Raksasa Masih Sama Menata

Barcelona Real Madrid El Clasico
Besok, pertemuan pertama Barcelona vs Real Madrid musim ini. Foto: Detik.

Minggu (24/10) Barcelona dan Real Madrid akan mementaskan El Clasico episode 247. Masih terlalu pagi menakar rivalitas dua raksasa ini bakal berlanjut dalam perebutan gelar liga. Ronald Koeman sedang atur simfoni baru Azulgrana. Sementara El Real, di bawah Carlo Ancelotti, sejauh ini mampu optimalkan personel kawakan dan rekrutan muda beberapa musim lalu yang kian matang.

Barcelona: Kesegaran Fati dan Gavi

Atmosfer berat Barca sedikit terangkat setelah Ansu Fati kembali. Fati, 18 tahun; pemain yang warisi nomor punggung 10 dari penyerang lainnya bernama Lionel Messi; pemain yang baru saja teken kontrak panjang hingga 2027, enam tahun dari sekarang. Nomor itu, kontrak itu adalah harapan hari depan kubu Catalan yang amat dibutuhkan dalam fase kritis klub saat ini.

Baca Juga: Ia Hampir Pasti Hengkang: Lanjutan Drama PSG – Mbappe – Madrid

Tanpa menafikan para pemain lain, kehadiran Fati sontak beri dampak instan. Sebiji gol dalam laga lawan Levante September lalu, laga pertamanya setelah cedera. Teman tek-tok bagi Memphis Depay yang seolah panggul tim sendiri di lima laga awal. Sayap kiri Barca yang ia isi, disertai overlap-overlap Jordi Alba, kiranya potensial buat tebar teror di pertahanan Madrid. Dengan Fati di lapangan, dua pertandingan berujung kemenangan, atas Valencia dan Dynamo Kiev. Oke, cukup, mulai terasa berlebihan ya…

Bacaan Lainnya
Selebrasi Ansu Fati ketika mencetak gol ke gawang Valencia. Foto: Marca

Ia toh tidak sepenuhnya menjinjing tim sendiri. Bagi Barcelona, breakthrough player sejauh ini adalah Gavi. Krisis keuangan dan sepinya lalu lintas transfer di sektor gelandang rupanya berikan berkah tersendiri. Setelah Pedri di musim lalu, Gavi tunjukkan tiada sungkan buat selipkan umpan dan meminta bola di lini tengah Koeman. Mesti ada alasan kuat mengapa Luis Enrique sudi turunkan ia di fase genting Nations League, menghadapi Italia dan Prancis.

Dan ini bakal jadi El Clasico pertamanya, di mana kemungkinan besar Gavi bakal bahu-membahu bersama Sergio Busquets dan Frenkie de Jong buat saingi dinamo menahun Madrid dalam trio Casemiro – Luka Modric – Toni Kroos.

Real Madrid: Kelas tidak diragukan, Sudah Stabilkah?

Madrid kembali panggil Ancelotti ‘tuk tukangi tim yang relatif tak banyak lakukan make-over. Selain David Alaba dan Edu Camavinga, praktis mereka masih bertumpu pada muka-muka familiar. Karim Benzema tunjukkan jika ia bisa memanggul tim. Sementara Vinicius Junior seperti Robin, yang sesekali mencuri aksi heroik nan kencang.

Sempat pancarkan rona bahaya kala gagal menang tiga kali beruntun kontra Villareal, Sheriff Tiraspol dan Espanyol, Madrid perlihatkan taring dengan melibas Shakthar Donetsk 0-5. Pada matchday ke-3 Liga Champions itu, mereka catatkan 23 tendangan – 10 tepat sasaran – 725 operan dengan tingkat akurasi 92%. Suguhan tingkat tinggi sambil rem tipis-tipis, dengan pergantian Kroos, Modric, Ferland Mendy dan Eder Militao di separuh akhir laga.

Madrid digdaya di kandang Shakhtar Donetsk, pekan ketiga Liga Champions. Foto: liputan6.com

Baca Juga: Tekad Umtiti Kembali Jadi Andalan Barcelona

Konsistensi masih jadi pertanyaan bagi anak-anak Don Carletto. Sebelum rangkaian tanpa kemenangan itu, mereka sempat ceploskan 5-6 gol kala sua Celta Vigo dan Real Mallorca. Dan pemain-pemain di ruang ganti mereka kiranya hanya butuh waktu untuk kembali pada level topnya. Lantas di Camp Nou telah cukup panaskah mereka?

Kembalinya Mendy membuat Alaba bisa fokus penuh di jantung pertahanan dan Miguel Gutierrez memperhatikan dari pinggir lapangan. Sayang, Dani Carvajal kemungkinan lewatkan laga ini karena cedera betis, lalu Nacho mengisi posisinya di slot kanan kwartet lini belakang. Eden Hazard, Gareth Bale juga diprediksi absen dalam partai besar ini.

Madrid akan coba alirkan bola secara cepat pada Benzema dan Vinicius Junior. Aliran serangan sepertinya terkonsentrasi di tengah serta kiri daerah serang Madrid, mengingat ancaman sayap kanan Barca serta ketiadaan Carvajal. Tim ini juga dikenal dengan gol-gol krusial dari situasi bola mati, di mana Casemiro, Nacho dan Eder Militao seolah telah berguru pada Sergio Ramos, master huru-hara di udara.

Konklusi

Tak ada yang solid benar dari laju dua rival abadi ini. Maka yang menang bakal pertebal harapannya buat songsong persaingan juara dan si kalah lantas kehilangan momentum baik dari laga-laga sebelumnya. Sementara Ronald Koeman belum pernah rasakan sensasi menangi El Clasico sebagai pelatih.

Lalu, apakah anda sendiri punya prediksi?

Rakaisa Langit
Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Baca juga:  Real Betis vs Barcelona 2-3: Tren Positif Blaugrana Catatkan Sejarah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *