Nuansa Bulan Madu Inter Milan dan Inzaghi

Joaquin Correa Inter Milan
Joaquin Correa - Inter vs Verona. Foto: Football Italia.

Inter Milan dan Simone Inzaghi saat ini mirip pasangan muda yang baru saja menikah, lalu sepakat berangkat ke Ibiza, Maladewa atau Bali dalam rangka bulan madu. Setelah Genoa, kali ini Hellas Verona jadi korban gairah pasangan itu. Sempat pimpin keadaan hingga babak pertama usai, mereka harus menutup laga dengan kekalahan 1-3 di mana dua gol pamungkas tercipta kurang dari 10 menit terakhir waktu normal.

Inzaghi seperti mendapat kado pernikahan dalam diri Joaquin Correa dua hari lalu. Ia baru menjalani satu sesi latihan sebelum duduk di bench Stadio Bentegodi, kandang Verona. Kemudian, pemain berdarah Argentina hanya perlu seperempat jam untuk langsung buktikan jika ia mampu sumbang sesuatu bagi Inter yang baru. 2 gol, 2 peluang tepat sasaran, 7 sentuhan. Sungguh mematikan.

Baca Juga: Inter Milan Berlari, Simeone Inzaghi Berseri

“Hari yang indah! Saya sejak kecil memimpikan datang kemari, membela Inter. Sekarang terimakasih Tuhan telah membuat itu jadi nyata dan kami menang lewat gol saya,” tukas Correa pada Sky Sport Italia, seperti diberitakan Football Italia.

Bacaan Lainnya

“Saya adalah pendukung klub ini sejak kecil. (Salah satunya karena) Banyak pemain Argentina bermain di Inter dari waktu ke waktu. Saya pun pernah hampir bergabung di umur 16 walau takdir memilih jalan memutar.”

Correa – Inter: Ini, Toh, Baru Permulaan

Di balik kembali menyatunya Correa dan Inzaghi dalam satu tim, ada Everton yang musti gigit jari. Kabarnya sang pemain menolak tawaran pindah ke Premier League sebab menyadari punya kans berbaju Biru Hitam. Satu pilihan yang secara tidak langsung disesalkan Eusebio di Francesco, pelatih Verona, setelah pertandingan.

Baca juga:  Selalu Menang dalam 2 Pekan, Pirlo Temukan Ritmenya di Juventus?

“Correa bergabung kemarin dan langsung bikin dua gol penting, walaupun kami juga terlalu naif saat kebobolan lewat lemparan ke dalam (gol pertama –red). Teramat disayangkan kami tak mampu memanfaatkan kondisi menekan di awal pertandingan dan membuat Inter lebih menderita saat itu. Malam ini, pemain pengganti memberikan perbedaan.” pandang allenatore 51 tahun.

Tanpa Correa, laga barangkali berakhir 1-1. Atau Verona bisa manfaatkan kegelisahan kiper kawakan Samir Handanovic, yang di babak pertama telah lakukan kesalahan fatal. Atau Lautaro Martinez, yang Correa gantikan, dapat satu peluang lain dan bukukan brace atas namanya sendiri. Alternatif-alternatif skenario memang tidak ada habisnya.

Baca Juga: Drawing Liga Champion 2021/22: Atleti, Milan, The Kop, Porto Berjejalan; Barca Sua Bayern

Dua pertandingan ini seolah meniup kabut tebal seberapa kompetitif Inter musim ini. Lubang yang terbuka karena kepergian Antonio Conte, Romelu Lukaku, dan Achraf Hakimi terisi oleh kreativitas Hakan Calhanoglu -3 umpan kunci lawan Verona- serta duo Dzeko-Correa sebagai juru gedor. Inzaghi tidak bilang jika skuatnya lebih baik ketimbang musim lalu, namun utarakan jika mereka cukup kompetitif untuk arungi Serie A dan Liga Champion.            

Selanjutnya, Inter akan bertandang ke markas Sampdoria selepas jeda internasional, Minggu (12/09). Lalu empat hari kemudian memulai pergulatan Eropa-nya kontra raksasa Spanyol, Real Madrid. Banyak sesi latihan menunggu Correa untuk akrabkan diri dengan teman-teman barunya. Sementara, Inzaghi tentu berharap bulan madu ini belum akan berakhir.

Rakaisa Langit
Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *