Mengerling Transfer Musim Dingin Si Meteor, Bruno Fernandes

Bruno Fernandes Manchester United
Bruno Fernandes ketika menandatangani kontrak di Manchester United. (Foto: Skysports.com)

AnalisBola.com – Di bursa musim dingin lalu, Ole merajuk pada manajemen Manchester United jika tim membutuhkan ledakan kreativitas.

Seorang kreator yang mampu mendongkrak kepercayaan diri rekan-rekannya dengan mencipta gol atau umpan kunci. Pandangannya kala itu menuju Jack Grealish, pemuda Inggris dengan potongan ala tokoh serial Peaky Blinder.

Ed Woodward dan juru negosiator Matt Judge menyanggupi. Mereka kirim permintaan transfer gelandang serang itu dari klub kota Birmingham, Aston Villa.

Baca juga: Mengapa Manchester United Takluk Melawan Tim Juru Kunci?

Bacaan Lainnya

Menyadari betapa pentingnya Jack Grealish bagi perjuangan Villa menghindari degradasi, tawaran itu ditolak. Sampai sekarang Grealish tetap di sana. Lantas, Woodward dan Judge kirim tawaran lain, untuk gelandang serang lain, ke klub di divisi lain. Hasilnya positif sampai saat ini.

Januari 2020 tanggal 30 adalah hari resminya Bruno Fernandes melintasi teluk Inggris ke kota hujan, Manchester, dari Lisbon. Seperti Cristiano Ronaldo, atau Louis Nani. Ia ditebus dengan harga £ 67.6 juta, termasuk persyaratan lainnya.

Yang unik ialah suatu ketika kala masih kecil Bruno pernah memajang poster Stephen Ireland di dinding kamarnya. Cukup edgy juga dia. Dari sekian banyak poster pesepakbola, ia pilih Ireland lho!

Baca juga: Tendangan Bebas Bruno Fernandes Kunci kemenangan Manchester United atas Liverpool

Beruntung bagi Ole dan Manchester United, sumbangsih Bruno bisa dibilang melampaui idolanya itu. Bulan lalu misalnya, ia terpilih sebagai Premier League’s Player of The Month untuk kali keempat yang dicapainya dalam setahun.

Baca juga:  Man United vs Liverpool 2-1: Taktik Jenius Ten Hag Beri Kemenangan Perdana untuk Setan Merah

Boleh dibilang, kini, ia jadi satu nama otomatis dalam pilihan starting eleven dari minggu ke minggu. Kesediaannya bergabung raksasa Liga Inggris bak etalase catchy bagi publik penggila bola dunia yang belum sempat menandai kinerja Bruno di Portugal.

Sedengki apapun pada The Red Devils, anda tak bisa memungkiri jika performa Bruno memang ciamik. Tengok reaksi David Luiz kala memblok tendangan bebas gelandang Portugal di laga semalam. Roy Keane menyebutnya norak, tapi Luiz, stopper veteran, benar-benar bahagia bisa hentikan aksi sang spesialis bola mati.

Baca juga: Untuk Ukuran Guru Olahraga, Solskjaer adalah Guru yang Cerdas

“Saya lihat ia salah satu pemain terbaik dalam set tendangan bebas. Bruno luar biasa mematikan pada saat menendang di posisi itu” tutur Luiz untuk Sky Sports.

Katakanlah dengan ini celah kreativitas barisan tengah beres dalam puzzle taktik Ole. Berpaling dari pilihan ternyata bukan akhir dunia. Mungkin bisa lebih mending alih-alih target utama. Patahan takdir ini, kelak di ujung karier keduanya, sepertinya takkan dipandang muram dan jawaban diplomatis nan standar.

Rakaisa Langit
Facebook

***
Ingin menjadi kontributor di AnalisBola.com, Silakan hubungi kami melalui email: analisbolacom@gmail.com

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *