Mengapa Chelsea Memilih Graham Potter?

Mengapa Chelsea Memilih Graham Potter?
Graham Potter Resmi Menjadi Pelatih Baru Chelsea Musim Ini (Sumber : espn.com)

“Mengapa ?” itu adalah sebuah pertanyaan yang terlintas di pikiran mayoritas fans Chelsea dan publik pecinta sepakbola lainya ketika Chelsea resmi menunjuk Graham Potter menjadi pelatih baru mereka.

Potter “mengalahkan” nama-nama kandidat lainya seperti Mauricio Pochettino, Zinedine Zidane, dan Marcelo Bielsa untuk menjadi pelatih baru The Blues.

Pelatih berusia 47 tahun tersebut sudah pamit dari klub lamanya, Brighton & Hove Albion yang sudah dibesutnya sejak tahun 2019 untuk menjadi juru taktik di Stamford Bridge.

Graham Potter resmi menjadi pelatih baru Chelsea untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat pada hari Rabu (7/9/2022).

Bacaan Lainnya

Pelatih asal Jerman tersebut dipecat setelah Chelsea tumbang dengan skor 0-1 di markas klub asal Kroasia, Dynamo Kiev pada pertandingan pertama liga Champions dalam beberapa jam sebelumnya di hari yang sama.

Kekalahan tersebut menjadi puncak dari penampilan mengecewakan Chelsea musim ini. Di liga Inggris, The Blues saat ini duduk di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Tentu saja ini menjadi sebuah hal yang cukup ironi karena Chelsea telah mendatangkan banyak pemain baru di musim ini seperti Kalidou Koulibaly, Raheem Sterling, Marc Cucurella serta Wesley Fofana, Denis Zakaria, dan Pierre-Emerick Aubameyang yang didatangkan pada detik terakhir sebelum jendela transfer ditutup.

Penunjukan Graham Potter sebagai pelatih baru Chelsea memang telah menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan fans Chelsea.

Pro karena Graham Potter dianggap berhasil membawa klub sebelumnya, Brighton & Hove Albion menjadi salah satu tim kuda hitam di liga Inggris dengan beberapa kali menahan imbang ataupun mengalahkan tim-tim besar.

Baca juga:  Sinyal Bahaya, Spurs Kandaskan Manchester City

Kontra karena Graham Potter dianggap tidak memiliki prestasi signifikan yang membuat apakah dirinya benar-benar layak untuk menjadi pelatih Chelsea.

Selain itu, Potter juga gagal membawa Brighton lolos ke kompetisi Eropa selama tiga musim melatih klub tersebut. Pencapaian terbaiknya adalah membawa klub berjuluk Seagulls tersebut finish di peringkat ke-9 liga Inggris pada musim 2021/22.

Prestasi tertinggi dalam karir kepelatihanya adalah ketika membawa klub Swedia yaitu Ă–stersund menjadi juara di kompetisi domestik pada musim 2016/17 hanya berselang lima tahun setelah Potter membawa klub tersebut promosi ke divisi pertama liga Swedia.

Ă–stersund juga berhasil lolos ke babak 32 besar liga Europa musim 2017/18 sebelum disingkirkan Arsenal dengan agregat 2-4.

Terlepas dari minimnya prestasi gelar juara, kemampuanya dalam membawa klub-klub kecil dengan skuad minim bintang menjadi sebuah tim kuda hitam tampaknya membuat Chelsea yakin bahwa Potter adalah pilihan yang tepat untuk menjadi pelatih baru mereka.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *