Menanti Kembalinya Magis “Super Mario” Mandzukic

Mandzukic Milan
Mandzukic resmi menjadi pemain AC Milan. (Foto: Twitter/Mackolik)

AnalisBola.com – Mario Mandzukic, bagi para pecinta sepakbola dunia, nama dan sosok tersebut tentu tidaklah asing. Striker asal Kroasia tersebut baru saja menjadi headline dalam berita sepakbola setelah pada tanggal 19 Januari 2021, Mario Mandzukic secara resmi bergabung dengan AC Milan.

saat ini, AC Milan merupakan pemimpin klasemen sementara Serie A. Mandzukic didatangkan dengan durasi kontrak hingga akhir musim 2020/2021 dengan opsi perpanjangan kontrak nantinya.

Baca juga: Atalanta vs AC Milan: La Dea Permalukan Rossoneri di San Siro 0-3

Transfer Mandzukic ke AC Milan tentu saja menjadi kejutan tersendiri bagi publik sepakbola dunia mengingat dalam 2 tahun terakhir, karir Mandzukic sudah dianggap “habis” setelah kontraknya diputus oleh Juventus pada akhir tahun 2019 dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke klub Qatar, Al-Duhail.

Bacaan Lainnya

Selain itu perlu diingat pula bahwa pada tanggal 14 Agustus 2018, Mandzukic memutuskan untuk pensiun dari timnas Kroasia dimana keputusan tersebut diambil satu bulan setelah gelaran Piala Dunia berakhir dimana Kroasia menciptakan sejarah untuk pertama kalinya menembus final Piala Dunia dimana Kroasia harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 2-4.

Baca juga: AC Milan Kalah, Debut yang Kurang Beruntung Bagi Mandzukic

Pada babak final tersebut, Mandzukic menciptakan rekor yang aneh dan unik, dikarenakan Mandzukic menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol bunuh diri dan gol normal dalam babak partai final Piala Dunia.

Baca juga:  Inter Milan ke Florence Tanpa Tiga Pemain Senior

Meskipun gagal membawa Kroasia menjuarai Piala Dunia, Mandzukic tetap dianggap sebagai pahlawan karena pada partai semifinal, Mandzukic berhasil mencetak gol penentu kemenangan ke gawang Inggris pada babak extra-time yang membawa Kroasia menang 2-1 atas Inggris.

Seperti dilansir oleh Wikipedia, Mandzukic mungkin dianggap sebagai underatted striker dalam sejarah sepakbola modern pada saat ini, namanya mulai mencuat pada gelaran Piala Eropa 2012 dimana dia berhasil mencetak 3 gol di turnamen tersebut, dengan 2 gol ke gawang Irlandia dan 1 gol ke gawang Italia.

Meskipun gagal membawa Kroasia lolos dari fase grup, Mandzukic tetap menjadi incaran untuk klub-klub besar yang ingin menggunakan jasanya. Mandzukic yang saat itu memperkuat klub Bundesliga, Vfl Wolfsburg memutuskan untuk menerima pinangan penguasa Bundesliga, Bayern Munchen untuk musim 2012/13.

Bersama Bayern Munchen, Mandzukic yang didukung oleh pemain-pemain bintang lainya seperti Ribery, Robben, Schweinsteiger, Muller,dan Kroos segera menjadi sosok ujung tombak andalan Bayern.

Dengan formasi 4-2-3-1, Mandzukic mengisi posisi sebagai striker tunggal dimana pada musim pertamanya berjalan sangat fantastis untuknya dimana Mandzukic berhasil mencetak 15 gol di kompetisi Bundesliga.

Selain itu Mandzukic juga mengantar Bayern meraih gelar treble 2013 yaitu Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions dimana pada partai final yang berlangsung di Wembley dan mempertemukan dua klub raksasa Bundesliga, Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, Mandzukic berhasil mencetak gol pembuka untuk keunggulan Bayern yang akhirnya menjadi juara dengan skor 2-1.

Setelah meraih prestasi mentereng bersama Bayern Munchen, Mandzukic melanjutkan petualangannya ke Atletico Madrid pada musim 2014/15 dan kemudian pindah ke Juventus pada musim panas 2015. Bersama Juventus, Mandzukic banyak meraih gelar juara dengan 4 gelar Serie A, 3 gelar Coppa Italia, dan 1 gelar Suppercoppa Italiana.

Baca juga:  AC Milan Bersiap, Giroud Menebar Ancaman

Sayangnya karir Mandzukic di Juventus langsung tamat begitu saja ketika Maurizio Sarri melatih Juventus pada musim 2019/20 dimana Sarri lebih memlih Higuain sebagai striker utama dibandingkan Mandzukic. Hasilnya pada Januari 2020, Mandzukic terpaksa ditransfer ke klub Qatar, Al Dulaihi dimana kariernya juga tidak berangsur baik di sana.

Oleh karena itu, kepindahannya ke AC Milan diharapkan mampu mengembalikan kembali performa terbaiknya kendati usianya sudah 34 tahun. Selain diharapkan mampu membawa AC Milan juara Serie A, Mandzukic juga diharapkan mampu menjadi pelapis dan juga teman duet dari Zlatan Ibrahimovic.

Akan sangat menarik menanti kolabrasi dari dua pemain tersebut mengingat dua-dua nya adalah dua striker haus gol dan sering menciptakan gol dengan cara “tidak biasa” disamping keduanya juga memiliki darah Balkan yang mengalir di tubuh mereka.

Sebuah catatan yang sangat spesial dalam karier Mandzukic karena sudah pernah berduet dengan pemain-pemain hebat dari Robben, Ronaldo hingga terakhir Ibrahimovic, catatan tersebut akan lebih spesial apabila dia mampu membawa AC Milan juara Serie A 2020/21.

Christopher Lesmana
Instagram | Kompasiana

Seseorang yang senang untuk menyimpulkan dan mengamati sesuatu yang masih menjadi sebuah teka-teki lalu diungkapkan melalui sebuah tulisan.Media Sosial :

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *