Hasil Drawing Liga Champions: Haaland, Lewandowski, dan Di Maria Akan Menghadapi Mantan Klubnya

Hasil Drawing Liga Champions: Haaland, Lewandowski, dan Di Maria Akan Menghadapi Mantan Klubnya
Hasil Drawing Liga Champions Musim 2022/23 (Sumber : marca.com)

Hasil drawing liga Champions musim 2022/23 resmi dirilis. Acara Undian yang dilaksanakan pada hari Kamis (25/8/2022) di Istanbul, Turki tersebut telah menghasilkan banyak kejutan yang menarik.

Sebanyak 32 tim akan terbagi menjadi 8 grup untuk berkompetisi di kasta tertinggi turnamen antar klub benua Eropa tersebut. Banyak klub-klub besar yang tergabung dalam satu grup berdasarkan hasil drawing yang dilaksanakan UEFA kemarin malam.

Grup A

Grup A merupakan grup yang cukup menarik. Liverpool yang merupakan runner-up liga Champions musim lalu tergabung dengan Ajax Amsterdam, Napoli, dan runner-up liga Europa musim lalu, Rangers.

Ini akan menjadi tantangan berat Liverpool dibawah asuhan Jurgen Klopp untuk bisa lolos ke babak 16 besar.

Bacaan Lainnya

Sangat sulit untuk memprediksi siapa yang bisa lolos ke babak 16 besar mengingat keempat tim tersebut memiliki peluang yang sama. Namun, sepertinya Liverpool dan Napoli memiliki peluang yang besar untuk lolos.

Liverpool sendiri pernah satu grup dengan Napoli pada liga Champions musim 2019/20 dimana The Reds meraih satu kekalahan dengan skor 1-2 di kandang Napoli dan satu hasil imbang dengan skor 1-1 di Anfield melawan tim asuhan Luciano Spalletti tersebut.

Namun, Ajax dan Rangers juga memiliki peluang lolos berdasarkan taktik permainan mereka yang cukup kolektif dengan gaya permainan ala Belanda. Rangers dilatih oleh mantan legenda timnas Belanda, Giovanni Van Bronckhorst.

Grup B

Grup B merupakan grup yang terbilang cukup “mudah” dengan FC Porto, Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, dan Club Brugge asal Belgia yang tergabung di grup tersebut.

Atletico Madrid dibawah asuhan Diego Simeone pastinya difavoritkan menjadi juara grup dan lolos ke babak 16 besar bersama dengan raksasa Portugal, FC Porto.

Musim lalu, kedua tim tergabung dalam satu grup dimana Atletico meraih satu kemenangan dengan skor 2-1 dan satu hasil imbang dengan skor 1-1 melawan tim yang dilatih oleh Sérgio Conceição tersebut. Tak heran, jika Atletico bertekad untuk meneruskan hasil positif melawan jawara liga Champions tahun 2004 tersebut.

Meski demikian, Bayer Leverkusen yang merupakan klub Bundesliga juga memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak 16 besar. Begitu juga dengan Club Brugge yang sering merepotkan tim-tim besar seperti pada musim lalu.

Baca juga:  Stadion Ataturk Olympic: Kelir Terakhir Liga Champions 2020/2021

Grup C

Grup C akan menjadi grup yang paling ditunggu oleh semua orang. Grup tersebut dapat dianggap sebagai grup paling “Neraka” karena terdapat penguasa Bundesliga yaitu Bayern Munchen yang tergabung dengan Barcelona, Inter Milan, dan klub asal Republik Ceko, Viktoria Plzen.

Ini akan menjadi sesuatu yang cukup spesial dikarenakan striker Barca, Robert Lewandowski akan menghadapi Bayern Munchen, mantan klub yang pernah dibelanya selama delapan musim dari tahun 2014 hingga 2022.

Bersama Bayern, striker timnas Polandia tersebut berhasil meraih juara liga Champions musim 2019/20. Selain itu, Lewandowski juga telah mencetak total 69 gol di Liga Champions bersama Bayern dalam kurun waktu delapan musim terakhir.

Barcelona dan Bayern sendiri tergabung dalam satu grup pada liga Champions musim lalu. Bayern berhasil menang dua kali melawan Blaugrana, baik kandang ataupun tandang dengan skor yang sama yaitu 3-0. Dua kekalahan tersebut juga membuat Barca tersisih dari babak grup dan harus rela terjun ke Europa League.

Oleh karena itu, Xavi Hernandez selaku pelatih Barca ingin membalaskan dendam terhadap Die Bavarian. Terlebih, Barca kini sudah memiliki skuad yang cukup mengerikan dengan kedatangan deretan pemain baru seperti Lewandowski, Raphinha, Kessie, Christensen, dan Kounde.

Inter Milan yang musim lalu hanya mencapai babak 16 besar siap untuk menjadi penantang Barca dan Bayern Munchen. Tim asuhan Simone Inzaghi tersebut memiliki deretan pemain berkualitas seperti Dzeko, Mkhitaryan, Çalhanoğlu, Lukaku, Dumfries hingga Lautaro Martinez.

Grup D

Grup D dapat dianggap sebagai grup paling “membosankan” karena grup tersebut diisi oleh klub-klub “menengah” seperti Eintrahct Frankfurt yang merupakan sang jawara Europa League musim lalu, Tottenham Hotspur, Sporting Lisbon, dan Marseille.

Jika dilihat dari segi kualitas, Tottenham Hotspur memiliki peluang untuk lolos sebagai juara grup mengingat mereka memiliki deretan pemain bintang seperti Perisic, Son Heung Min, Kane, Lloris, dan Kulusevski.

Namun, Spurs harus waspada karena ketiga tim yang disebutkan diatas juga memiliki peluang untuk lolos dan bisa saja menjegal langkah tim asuhan Antonio Conte tersebut.

Eintracht Frankfurt memiliki peluang untuk lolos mengingat mereka tampil sangat luar biasa pada Europa League musim lalu dengan mengalahkan Barca di babak perempat-final. Tim asuhan Oliver Glasner tersebut kemudian mampu mencapai final dan berhasil juara setelah mengalahkan Rangers.

Baca juga:  Leo Messi Ke PSG: Ligue 1 Jadi Magnet Dan Kecemasan Mbappe

Meski tidak memiliki pemain-pemain bintang dan baru saja ditinggal hengkang Filip Kostic, banyak yang memprediksi bahwa permainan kolektif Eintracht Frankfurt akan membantu klub tersebut lolos ke babak 16 besar.

Sporting Lisbon dan Marseille juga memiliki peluang lolos ke babak 16 besar. Marseille, klub ligue 1 baru saja mendatangkan dua mantan pemain MU yaitu Alexis Sanchez dan Eric Bailly untuk bergabung ke tim asuhan Igor Tudor tersebut.

Grup E

Grup ini mempertemukan sang jawara Serie A musim lalu, AC Milan dengan sang jawara liga Champions dua musim lalu, Chelsea. Selain itu, grup ini juga terdapat RB Salzburg dan klub asal Kroasia, Dinamo Zagreb.

Pertemuan terakhir antara AC Milan dengan Chelsea terjadi pada 23 tahun yang lalu ketika mereka satu grup di liga Champions musim 1999/00. Kedua tim bermain imbang dalam dua pertemuan di babak grup dengan skor 1-1 dan 0-0.

Chelsea pastinya berusaha untuk bisa mencapai kembali final liga Champions setelah tim asuhan Thomas Tuchel tersebut berhasil juara pada tahun 2021. Begitu juga dengan AC Milan yang bertekad untuk target yang sama.

Meski demikian, kedua klub tersebut wajib mewaspadai kiprah RB Salzburg dan Dinamo Zagreb yang seringkali menciptakan kejutan dengan merepotkan tim-tim besar.

Grup F

Grup ini dapat terbilang cukup tidak berimbang. Real Madrid, sang juara bertahan “hanya” berhadapan dengan RB Leipzig, Shakhtar Donetsk, dan Celtic.

Dilihat dari segi kualitas dan sejarah, Real Madrid pastinya diprediksi akan lolos ke babak 16 besar dengan sangat mudah mengingat mereka unggul segalanya dibandingkan dengan ketiga klub yang disebutkan diatas.

Tim asuhan Carlo Ancelotti pastinya bertekad untuk meraih kembali gelar juara liga Champions untuk dua musim secara beruntun.

Tim yang diprediksi akan bisa lolos ke babak 16 besar mendampingi Real Madrid adalah RB Leipzig. Klub Bundesliga tersebut memang mulai menjelma menjadi salah satu kekuatan yang cukup diperhitungkan dalam empat musim terakhir.

Bahkan, tim asuhan Domenico Tedesco tersebut berhasil menjuarai DFB Pokal musim lalu. Di liga Champions musim 2019/20, mereka berhasil mencapai babak perempat-final. Terlebih, mereka memiliki striker yang cukup berbahaya, Christopher Nkunku yang akan berduet dengan Timo Werner di barisan lini depan.

Grup G

Layaknya grup C, ini juga menjadi grup yang ditunggu oleh semua orang. Mengapa? karena striker baru Man City, Erling Haaland akan bertemu kembali dengan mantan klub yang telah membesarkan nama dan karinya yaitu Borussia Dortmund.

Baca juga:  RB Leipzig vs Liverpool: Debut Manis Ozan Kabak di Liga Champions

Haaland sendiri pernah memperkuat Dortmund selama 2,5 musim dari tahun 2020 hingga 2022. Selama 2,5 musim pula, Striker timnas Norwegia tersebut mencetak total 15 gol di liga Champions bersama Borussia Dortmund.

Pertemuan terakhir antara City dengan Dortmund adalah pada musim 2020/21, ketika The Citizen yang dilatih oleh Pep Guardiola berhasil mengalahkan Dortmund di babak perempat-final dengan agregat 4-2.

Meski kedua klub tersebut memiliki peluang besar untuk lolos, mereka harus mewaspadai Sevilla yang bisa saja menjegal peluang mereka untuk lolos ke babak 16 besar.

Sevilla asuhan Julien Lopetagui adalah pemenang Europa League sebanyak 6 kali. Dapat dipastikan bahwa Sevilla akan mampu memberikan ancaman terhadap City dan Dortmund.

Selain Sevilla, juga terdapat klub asal Denmark yaitu Copenhagen yang secara kualitas kalah jauh dibandingkan dengan ketiga klub lainya.

Grup H

Layaknya Grup A dan C, grup ini dapat digolongkan sebagai grup “Neraka” ketiga di liga Champions musim ini. Klub kaya raya sejagad, PSG akan menghadapi raksasa Serie A, Juventus dalam pertandingan babak grup.

Pertandingan ini akan menjadi pertarungan antara kedua tim yang dipenuhi oleh deretan pemain bintang seperti Neymar, Messi, Mbappe, Donnarumma, Marquinhos, Verratti hingga Sergio Ramos di pihak PSG. Kemudian terdapat Vlahovic, Chiesa, Di Maria, Bonucci, Kostic, Locatelli, hingga Pogba di pihak Juventus.

Layaknya Lewandowski dan Haaland, Angel Di Maria juga akan menghadapi mantan klub yang pernah diperkuatnya selama tujuh musim yaitu PSG.

Bersama Les Parisiens, Di Maria berhasil mencapai final liga Champions musim 2019/20 sebelum dikalahkan Bayern di babak final. Di liga Champions, Di Maria menyumbangkan total 14 gol untuk PSG dalam kurun waktu tujuh musim.

Meski diunggulkan untuk lolos ke babak 16 besar, PSG dan Juventus harus mewaspadai Benfica, klub raksasa Portugal yang seringkali menjadi batu sandungan untuk tim-tim besar. Musim lalu, tim asuhan Roger Schmidt tersebut berhasil mencapai babak perempat-final sebelum dikalahkan Liverpool.

Klub asal Israel, Maccabi Haifa juga tergabung ke grup neraka tersebut.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *