Gasperini: Kami Kalah Karena Insiden-Insiden Tak Perlu

Gian Piero Gasperini Pelatih Atalanta
Gasperini soroti keputusan wasit dalam Atalanta vs Fiorentina. Foto: Eurosport.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini percaya jika anak asuhnya takluk dari Fiorentina akibat insiden-insiden tak perlu. Tim kota Bergamo mencetak sebuah gol di awal laga lewat Berat Djimsiti, yang kemudian dianulir. Selain itu, mereka juga pertanyakan keputusan pemberian hadiah penalti pertama La Viola atas handball-nya Joakim Maehle.

Skor akhir pertandingan adalah 1-2 untuk tim tamu dengan brace penalti ujung tombak jangkung, Dusan Vlahovic. Sedang gol La Dea, yang juga dari titik putih, lahir dari kaki Duvan Zapata

“Kami bermain baik sebenarnya. Namun, insiden-insiden di babak pertama meruntuhkan apa yang kami bangun dan berpengaruh terhadap hasil akhir,” tutur Gasperini pada Sky Sport Italia, dikutip dari Football Italia.

Baca Juga: “Money For Nothing” dalam Karier Junior Messias

Bacaan Lainnya

Wasit, dengan bantuan VAR, meninjau kembali proses terjadinya gol Atalanta dan menilai Zapata, yang berada dalam posisi offside, terlibat aktif dalam permainan. Meski tak menyentuh bola dan Djimsiti miliki status onside, gerakan kepala sang penyerang Kolombia sebabkan ia terjerat putusan itu.

Lalu, menyusul insiden handball Maehle. Gelandang Denmark tersebut memang sentuh bola yang berbelok, sebab ditepis ujung jemari kiper Marco Sportiello. Namun, jarak keduanya terlampau dekat untuk menganggap itu sebagai kesengajaan. Menilik ke partai sebelumnya kontra Bologna, Atalanta sempat punyai kesempatan dapat penalti dari situasi macam ini tetapi wasit tak berikan itu untuk mereka. Kontan saja, mereka jengkel.

Baca juga:  Lautaro Martinez Pernah Hampir Deal dengan Barca

Keajegan Peraturan

“Fiorentina (merupakan) tim yang kuat dan kami telah menunjukkan apa yang kami mampu di lapangan. Meski begitu kami yakin jika hasil pertandingan terpengaruh oleh insiden-insiden yang telah terjadi. Saya pribadi tidak mengerti bagaimana aturan yang berlaku saat ini (tentang handball dan offside).” lanjut eks pelatih Genoa dan Inter itu.

Baca Juga: Drawing Liga Champion 2021/22: Atleti, Milan, The Kop, Porto Berjejalan; Barca Sua Bayern

Kekecewaan juga datang dari direktur Atalanta, Umberto Marino. Ia menuntut penjelasan atas keputusan-keputusan yang mengambang dalam lanjutan pekan ke-3 Serie A ini. Marino pinta otoritas pengadil pertandingan kembali mengkaji peraturan handball dan offside agar kejadian semacam ini tiada berulang lagi.

Atas kekalahan ini, La Dea baru mereguk empat poin dari tiga laga pembuka -sebelumnya menang atas Torino, imbang lawan Bologna-. Mereka bakal melawat ke El Madrigal, kandang Villareal, di babak penyisihan Liga Champions (15/09) sebelum jumpa tim promosi Salernitana pada hari Minggu (19/09).

Rakaisa Langit

Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *