Florian Wirtz, Wonder Kid Baru Leverkusen

Florian Wirtz Bayer Leverkusen
Florian Wirtz, pemain muda potensial selanjutnya dari Bay Arena. Foto: IDN Times.

Baru saja Kai Havertz nyetel di rimba belantara Premier League dan Bayer Leverkusen hampir tidak merindukannya lagi. Sebab mereka punya Florian Wirtz, gelandang 18 tahun yang fasih beroperasi di tengah maupun inverted winger kiri. Seperti Havertz yang bukan striker tapi rajin cetak gol, Wirtz terus mengasah insting pengambilan keputusan dan timing muncul di daerah berbahaya lawan.

Anak Brauweiler yang Kesohor di Cologne

Talenta Wirtz seolah hal yang wajar melihat bagaimana ayahnya adalah bos klub lokal SV Grün-Weiß Brauweiler dan kakak perempuannya, Juliane juga berlaga di Bundesliga Wanita sejak 2018 dalam balut merah-hitam Leverkusen.

Perjalanan kariernya sendiri bermula di Cologne, beberapa kilometer saja dari kawasan rumahnya. Ia bawa Cologne U17 memenangi Kejuaraan Jerman 2019. Untuk gondol trofi itu, Wirtz ciptakan sebuah gol dalam kemenangan agregat 5-0 atas Bayern di semifinal serta turun merumput hingga menit ke-80 pada final kontra Dortmund. Kolner Express, harian lokal Cologne – kampung halamannya, menjuluki Wirtz sebagai “Gelandang Terbaik Klub sepanjang 30 tahun terakhir”.

Total Wirtz cetak 8 gol dalam 10 pertandingan di kompetisi itu. Termasuk gol dari separuh lapangan kala Cologne gunduli Wuppertal 10-0, yang buat namanya naik daun di Negeri Paman Nietzsche sana. Pertandingan itu sekaligus jadi pertandingan terakhir karena Leverkusen datang ajak ia bergabung pada Januari 2020.

Bacaan Lainnya

“Banyak klub yang mengincar bakatnya. Maka dari itu, kami harus bergerak lebih cepat sebelum ia putuskan bergabung dengan tim lain. Saya sudah mendengar namanya sejak ia berusia 14 tahun,” Kepala Divisi Muda Leverkusen, Simon Rolfes mengenang proses transfer itu.

Baca juga:  Debut Sempurna Xabi Alonso sebagai Pelatih Bayer Leverkusen

Baca Juga: Nice – Marseille Dijadwalkan Ulang 27 Oktober Mendatang

Kemudian, Wirtz jejakkan debut Bundesliga pada pekan 26 – musim 2019/20, kontra Werder Bremen. Kala itu, ia masih 17 tahun, 16 hari – seumuran remaja kelas 3 SMA yang berbangga dengan KTP miliknya.

Florian Wirtz Leverkusen Bremen
Debut lawan Werder Bremen. Foto: Goal.

Die Bayer unggul 4-1 via brace Havertz dan masing-masing sebiji gol Mitchell Wieser, Kerem Demirbay. Wirtz ditarik menit 61, berikan jalan untuk Karim Bellarabi.

“Ia bermain rapi. Tenang ketika kuasai bola dan mengerti bagaimana cara menekan lawan. Tidak mudah sebab ini merupakan laga debutnya, terlebih di umurnya yang baru 17. Secara umum, ia melakukannya dengan baik.” komentar Peter Bosz, pelatih Die Bayer tentang debut Wirtz.

Musim Baru, Gelora yang Sama

Musim ini, di bawah kepemimpinan anyar Gerardo Seonae, Wirtz sudah kantongi empat gol dan empat assist dalam lima laga pertama Bundesliga. Paling anyar, melawat ke markas VFB Stuttgart, ia lontarkan bola tap-in buat Patrick Schick dan pupuskan harapan comeback tuan rumah lewat sepakan kaki kiri.

Sementara minggu lalu, tepatnya Kamis (16/09), bagian kaki kanannya menyambut umpan Jeremie Frimpong, pastikan tiga poin pertama Leverkusen di penyisihan grup G Europa League lawan Ferencvaros TC.

Direktur Olahraga, Rudi Voller tak segan beri pujian buat pemuda 18 tahun dan tak bisa menghindari godaan buat singgung nama pendahulu Writz. “Perkembangan Florian amat pesat. Seperti Kai Havertz, seluruh kesempatan baik bakal terbuka buatnya. Dia kemungkinan berkembang dalam trek yang sama (dengan Havertz),” ungkap Voller.

Baca Juga: Robert Lewan(gold)ski, Peraih Sepatu Emas 2020/21

Seoane sudah nyatakan pemakluman bila laju impresif Wirtz sewaktu-waktu bakal terantuk kerikil-kerikil yang menyakitkan. Ia kira mustahil seorang pemain terus mengambil keputusan yang tepat dan selalu menempatkan bola dengan presisi. Meski, Seoane pun percaya Wirtz miliki kualitas yang dibutuhkan pesepakbola top.

Mentor yang percaya pada talentanya, Gerardo Seoane. Foto: Kicker.

“Tugas terbesar setelah bursa musim panas lalu adalah (Wirtz) harus melalui debut profesionalnya secara utuh. Satu musim penuh. Kami akan terus menyertainya, melatih setiap aspek permainannya dan redakan tekanan-tekanan yang muncul di perjalanan.”

“Dia telah menunjukkan sikap luar biasa bagus sejak saya datang. Semua akan berjalan mulus dan lebih baik lagi.” tatap Seoane, pelatih 42 tahun berkebangsaan Swiss.

Gelandang 18 tahun tidak memiliki klausul rilis dalam kontraknya, yang habis di Juni 2026. Walau Leverkusen dan Wirtz sudah sepakat untuk mendengarkan tawaran masuk, jika tawarannya memang layak didengarkan. Voller bilang, seperti kasus Kai Havertz, penjualan Wirtz bakal terjadi pula suatu waktu nanti. Namun, ia yakin itu takkan terjadi hingga dua tahun ke depan.

Rakaisa Langit
Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *