Dybala Ajak Juve Tetap Solid Lewati Krisis Domestik

Juventus AC Milan
Dybala ajak rekan-rekannya bersatu lalui situasi krisis. Foto: juventus.com.

Paulo Dybala memandang jika kondisi Juventus saat ini adalah saat yang tepat untuk menempa kebersamaan tim. La Vecchia Signora berada dalam situasi krisis, tanpa kemenangan di 4 laga awal Serie A. Minggu lalu, mereka berbagi angka dengan AC Milan, lewat skor akhir 1-1.

Dybala, salah satu pemain paling lama bela Juve di skuat saat ini, menunjukkan respon positif dengan postingan di media sosial pribadinya. Dalam captionnya, penyerang asal Argentina tersebut serukan agar tim tetap bersatu mengarungi periode sulit ini.

Baca Juga: Inter Milan ke Florence Tanpa Tiga Pemain Senior

“Dalam momen yang berat, tak ada yang dapat dilakukan selain tetap bersama dan menjadi tim. Kita pernah lakukan itu dan bisa melakukannya lagi sekarang!! SELALU SAMPAI AKHIR.”

Bacaan Lainnya

Ia memang salah seorang pemimpin di skuat Juve hari ini. Kepergian Cristiano Ronaldo membuat pengaruhnya di lini serang, mau tidak mau, semakin benderang. Kendati Dybala belum bereskan prosesi nego kontrak anyar bersama manajemen, ia kiranya paham benar jika empat laga tanpa kemenangan adalah hasil minor yang tidak bisa disembunyikan pada Juventini setia.

Kekecewaan Max Allegri

Kekecewaan bukan hanya datang dari pendukung mereka. Max Allegri, selaku pembesut utama Juve, tak mampu menahan kegusaran pada performa anak asuhnya. Setelah berjabat tangan dengan pelatih Pioli dari AC Milan, ia bergegas masuk ruang ganti tanpa beri tepukan di punggung atau rangkulan bersahabat pada para pemain. Allegri kedapatan menggerutu “Kalian bermain untuk Juventus,” sembari berlalu.

Baca Juga: Luciano Spalletti: Napoli Tidak Punya Kemewahan Skuat

Dalam konferensi pasca laga, ia meminta anak asuhnya agar lebih memahami arti membela panji Juventus, bahwa lambang di dada mereka lebih berat ketimbang lambang kesebelasan mana pun. Selain itu, Allegri mengakui bila ia semestinya melakukan pergantian defensif alih-alih memasukkan Federico Chiesa, Dejan Kulusevski dan Moise Kean.

“Saya akui saya melakukan kesalahan dalam pergantian. Semestinya saya memasukkan pemain yang lebih bertahan dan mengunci kemenangan 1-0. Untuk bagian ini, saya bertanggung jawab penuh.”

Juventus menatap partai kelima dari posisi 18 klasemen sementara, mengantongi dua poin. Berikutnya, laga tandang ke Spezia jadi penentuan apakah tekanan semakin berat atau pecah telur hitungan kemenangan Juve di kancah domestik.

Rakaisa Langit
Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Baca juga:  Menanti Kembalinya Magis “Super Mario” Mandzukic

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *