Dicukur 6-1 oleh Bodo/Glimt, Mou Rutuki Kualitas Lapis Kedua AS Roma

AS Roma Bodo/Glimt Conference League

Bodo/Glimt berikan tamparan keras bagi AS Roma di lanjutan penyisihan grup Conference League. Tim Norwegia itu unggul dengan skor mencolok 6-1. Bermain di Stadion Aspmyra yang berumput sintetis, Roma turunkan banyak pemain lapis kedua dan mesti kebobolan tiga gol di 10 menit akhir pertandingan.

“Saya menilai kapabilitas para pemain terlalu tinggi,” Mourinho layangkan sinismenya di konferensi pers pasca laga. “Bodo/Glimt merupakan lawan tertangguh di grup ini, saya mengharapkan respon lebih baik dari kami.”

Baca Juga: Wajarkah AS Roma Menatap Scudetto Saat Ini?

Terdengar seperti keluhan? Mungkin Mourinho harus berpikir ulang untuk mengubah susunan pemainnya secara drastis lain waktu. Hanya Rui Patricio dan Roger Ibanez yang bisa dikatakan pemain reguler dalam starting eleven. Tak ada Bryan Cristante, Jordan Veretout, Henrikh Mkhitaryan atau Tammy Abraham di paruh pertama

Bacaan Lainnya

Ebrima Darboe, Gonzalo Villar dan Borja Mayoral, pemain yang jarang dapat porsi main di Serie A, tidak mampu berikan intensitas setanding di hadapan Ola Solbakken dan kawan-kawan.

“Setelah tertinggal 3-1, kami kehilangan cara bermain, kehilangan ketenangan. Setiap kali mereka membawa bola ke depan, kami tak mampu berikan jawaban dan akhirnya terancam. Penjelasannya sederhana mereka lebih baik, ini memang kesalahan saya, dari lapis kedua kami. Tim dengan kualitas lebih dari lawannya memenangkan pertandingan, simpel.

Ini adalah kali pertama klub pimpinan Mou, pelatih yang beberapa tahun terakhir akrab dengan taktik bertahan atau pragmatik, kebobolan enam gol dalam sebuah laga. Tapi ini bukan kali pertama ia berkomentar pedas secara terbuka tentang pemainnya. Mou pernah keluhkan work-rate Tanguy Ndombele dan Dele Ali, juga Paul Pogba yang gemar mengurusi sosial media pribadinya.

Baca juga:  Udinese vs AS Roma 4-0: Skuad Jose Mourinho Hancur Lebur di Friuli

Respon Fans

Beberapa fans Gialorossi, seperti dilansir Football Italia, menyuarakan kekecewaan atas sikap Mou pada skuadnya itu. Sang pelatih seperti enggan pasang badan, terus-menerus menyerang para pemain yang ada saat ini dengan komplain “kami tak punya kedalaman skuad”, dan, lebih parah lagi, membukanya terang-terangan pada pers, yang artinya pada seluruh dunia.

Baca Juga: Laga Ke-1000 Mourinho: Perayaan Spesial The Special One

“Seperti biasa, Mourinho meninggalkan para pemainnya begitu saja, pemain yang selama ini bergabung dengannya dalam sesi latihan.”

Atau suara ekstrem lainnya, yakni pemecatan.

“Jika namanya bukan Mourinho, yang begitu kalian puja-puja, ia pasti sudah mengepak barangnya saat ini! Kita kebobolan enam oleh tim yang baru kita ketahui ada.”

Kecil kemungkinan manajemen Roma mengambil saran itu. Bagaimanapun, mereka terikat kontrak tiga tahun dengan pria Portugal, di mana per tahun ia dapat sekitar 4 juta euro. Menendangnya sekarang berarti pesangon yang tinggi dan opsi terbatas dalam bursa pengganti. Tidak, tidak. Itu bukan langkah bijak.

Lagipula, mereka masih punyai asa melangkah lebih jauh di Eropa. Dari tiga laga ini, AS Roma telah koleksi 6 poin, selisih satu dari Bodo/Glimt, pimpinan grup C.  Dan di kancah domestik mereka ada di posisi 4, hasil lima kemenangan dan tiga kalah.

Ayolah, masih begitu pagi untuk memecat pelatih. Pengecualian untuk Keluarga Pozzo. Dan Steve Bruce ya?

Menariknya, akhir pekan ini (Minggu, 24/10), dan itu mungkin mengapa Mou simpan pilar-pilarnya, AS Roma bakal jajal anak-anak Naples di Olimpico. Yap, Napoli yang punyai catatan sapu bersih di Serie A akan bertandang ke ibu kota. Bicara soal laga tengah pekan yang kuras tenaga, Il Partinopei juga baru saja meladeni Legia Warsawa di Europa League. Bila kalah dan berkilah gara-gara kelelahan agaknya kurang kuat.

Baca juga:  AS Roma vs Real Betis 1-2: Giallorossi Telan Kekalahan Kedua di Babak Grup

Nah, lantas mampu tidak Cristante, Abraham dan kolega dapatkan daya lenting yang cukup buat runtuhkan streak impresif anak-anak Luciano Spalletti? Sebaiknya begitu anak-anak karena Mou tak akan melindungi kalian jika kalah.

Rakaisa Langit

Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *