Di Balik Banyaknya Penolakan terhadap Ronaldo

Dibalik Banyaknya Penolakan Terhadap Ronaldo
Ronaldo kini menghadapi situasi yang cukup pelik setelah ditolak banyak klub-klub besar Eropa. (Sumber : syracuse.com)

Cristiano Ronaldo adalah megabintang sekaligus pesepakbola terbaik dunia disamping Lionel Messi. Puluhan gelar juara bergengsi sudah direbut dan ratusan gol sudah digelontorkan oleh striker kelahiran Madeira tersebut. Selain itu, Ronaldo juga dinobatkan sebagai salah satu atlet paling terkaya di dunia dengan gaji dan pendapatan komersial yang sangat fantastis.

Namun, siapa sangka bahwa sang megabintang yang selalu identik dengan nomor punggung 7 tersebut, kini menghadapi situasi yang cukup pelik setelah belasan tahun meraih kesuksesan dan karir gemilang sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia.

Mungkin Ronaldo tidak menyangka bahwa keputusanya untuk hengkang dari Juventus dan kembali ke klub lama yang telah membesarkan namanya, yaitu Manchester United akan menjadi blunder terbesar yang secara tak langsung membawa kembali karirnya kembali ke titik terendah.

Baca juga : Era Kejayaan Barcelona Siap Kembali ?

Bacaan Lainnya

Ketika Ronaldo memutuskan hengkang ke Juventus setelah 9 tahun meraih kesuksesan besar di Real Madrid, segalanya menjadi serba sulit untuk Ronaldo.

Juventus yang awalnya menaruh harapan besar kepada Ronaldo, untuk membawa klub tersebut mengakhiri puasa gelar liga Champions setelah terakhir kali juara pada tahun 1996, malah kehilangan identitasnya sebagai satu kesatuan tim.

Meskipun berandil besar dalam mengantarkan Juventus meraih 2 gelar Scudetto, 2 gelar Supercoppa Italiana, dan 1 gelar Coppa Italia. Kehadiran Ronaldo justru membuat Juventus yang sebelumnya terkenal dengan kolektivitas dan kekompakan antar lini, malah menjadi tim yang terlalu bergantung pada Ronaldo.

Baca juga:  Final Liga Europa 2021, Manchester United Tantang Villareal

Itu dibuktikan dengan Juventus yang seolah selalu kebingungan dan kehilangan ritme permainan ketika Ronaldo sedang absen karena cedera. Ronaldo memang berhasil menyumbangkan 101 gol selama 3 musim karirnya di Juventus.

Tetapi itu tidak cukup untuk memenuhi target Juventus yang diemban kepada dirinya. Selama 3 musim, pencapaian terbaik Ronaldo bersama Juventus di liga Champions hanya mencapai babak perempat final. Sedangkan 2 musim selanjutnya, Juventus harus tersingkir di babak 16 besar.

Penampilan mengecewakan Juventus di liga Champions inilah yang disinyalir menjadi penyebab Ronaldo memutuskan hengkang ke MU.

Nyatanya, karir Ronaldo semakin terjun ke level titik terendah ketika kembali ke Old Trafford. Meskipun berhasil menyumbangkan 18 gol untuk MU di liga Inggris, Ronaldo gagal mendapatkan satu gelarpun bersama MU.

Selain itu, MU juga gagal menembus liga Champions setelah harus finish di peringkat ke-6 klasemen. Sama seperti Juventus, MU juga mengalami “penyakit” yang sama, yaitu terlalu bergantung pada Ronaldo dan harus kehilangan kolektivitas tim.

Gagalnya MU menembus liga Champions mengencangkan spekulasi bahwa Ronaldo akan segera meninggalkan Old Trafford. Tim agen Ronaldo mulai mencari klub-klub besar untuk menjadi pelabuhan baru Ronaldo. Hal yang mengejutkan adalah, klub-klub besar seperti Bayern Munchen, PSG, Chelsea, Man City dan Atletico Madrid kompak menolak mendatangkan Ronaldo.

Ini menjadi suatu pertanyaan, mengapa Ronaldo begitu ditolak banyak klub ?

1. Gaji yang Cukup Besar

Ronaldo adalah pesepakbola dengan gaji yang cukup tinggi dan fantastis. Ini akan membuat klub-klub besar tersebut berpikir, apakah lebih baik mendatangkan Ronaldo atau menyelamatkan serta menghemat keuangan klub?

Baca juga:  Manchester United Kalah Beruntun, Isyaratkan Skuad dalam Bahaya

2. Faktor Umur

Meskipun selalu tampil luar biasa setiap musimnya, harus dipungkiri bahwa Ronaldo sudah memiliki umur yang cukup tua untuk ukuran pesepakbola, yaitu 37 tahun. Klub-klub besar tersebut pastinya akan lebih mengandalkan pemain muda yang lebih energik.

3. Berkaca dari Pengalaman MU dan Juventus

Meskipun Ronaldo selalu tampil superior dengan banyaknya gol yang dia hasilkan, klub-klub besar tersebut pastinya berkaca dari apa yang dialami MU dan Juventus, ketika mereka harus kehilangan kolektivitas tim dan harus bergantung pada Ronaldo.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik Serta Filosofi Sepakbola

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *