Bermain di Europa League Bukanlah Sesuatu yang Memalukan

Bermain di Europa League Bukanlah Sesuatu yang Memalukan
Logo Europa League di Jersey AC Milan (Sumber : sempremilan.com)

Ketika Man United harus finish di peringkat ke-6 klasemen akhir liga Inggris dan dipastikan bermain di Europa League musim depan. Semua orang langsung terfokus pada Cristiano Ronaldo.

Keputusannya untuk kembali ke Man United pada musim 2021-22, sepertinya telah menghadirkan mimpi buruk untuk Ronaldo.

Meskipun berhasil mencetak 18 gol di liga Inggris, tampaknya itu tetap tidak membantu mendongkrak penampilan MU yang sangat tidak konsisten.

Hasilnya adalah, MU harus finish di peringkat ke-6 dan harus rela terjun ke Europa League untuk pertama kalinya sejak tahun 2019.

Bacaan Lainnya

Ini menjadi sebuah pertanyaan, apakah seorang Cristiano Ronaldo yang merupakan pesepakbola peraih 5 Balon D’or, pencetak 141 gol di liga Champions, dan pemegang rekor dengan gol paling terbanyak di semua kompetisi, harus rela bermain di Europa League yang merupakan kompetisi kasta kedua di Eropa tersebut ?

Baca juga : Di Balik Banyaknya Penolakan terhadap Ronaldo

Memang sepanjang karirnya, Ronaldo tidak pernah sekalipun bermain di Europa League, dan 19 tahun karir profesionalnya sebagai pesepakbola selalu berada di pentas liga Champions, dan selama itu juga Ronaldo telah berhasil meraih 5 gelar juara liga Champions.

Bagi seluruh fans Ronaldo, mungkin itu akan menjadi sesuatu yang sangat memalukan apabila Ronaldo yang sudah meraih kesuksesan besar di panggung liga Champions, harus terjun ke kasta Eropa yang lebih rendah. Namun, jika dipikir dengan jernih, ada banyak sisi positif bagi Ronaldo jika dirinya bermain di Europa League. Apa saja itu ?

1. Pengalaman Baru

Sebelum Ronaldo, ada seorang Zlatan Ibrahimovic yang harus rela mengalami pengalaman serupa ketika dirinya pindah ke Man United pada musim 2016-17.

Pada musim-musim sebelumnya, Ibrahimovic selalu tampil di pentas liga Champions bersama dengan klub-klub seperti Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan PSG.

Setelah meraih kesuksesan besar di PSG, akhirnya Ibrahimovic memutuskan untuk pindah ke Man United yang saat itu dilatih oleh Jose Mourinho, dimana Mou-julukan Mourinho datang untuk menggantikan Louis Van Gaal yang dipecat setelah MU harus finish di peringkat ke-5 klasemen akhir liga Inggris pada musim sebelumnya.

Hal itu yang membuat MU harus bermain di Europa League pada musim dimana Mourinho dan Ibrahimovic pindah ke MU. Itu akan menjadi pengalaman baru dan pertama bagi Ibrahimovic untuk bermain di Europa League. Ronaldo juga akan mengalami pengalaman dan hal baru yang serupa.

2. Peluang Juara yang Cukup Besar

Berkaca lagi dari Ibrahimovic, meskipun dirinya harus rela tampil di kasta kedua kompetisi Eropa tersebut, pemain timnas Swedia keturunan Bosnia tersebut tetap tampil superior layaknya ketika dia bermain di liga Champions.

Salah satu penampilan terbaiknya adalah ketika dirinya berhasil mencetak hattrick ke gawang Saint Etienne pada babak 32 besar.

Hattrick Ibrahimovic tersebut rupanya awal dari langkah MU menuju babak final dan berhasil meraih juara setelah mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 2-0.

Meskipun tidak bermain di babak final karena cedera, Ibrahimovic tetaplah menjadi aktor penting dibalik kebalik keberhasilan MU meraih Europa League tahun 2017 tersebut.

Gelar juara tersebut juga mengantarkan Ibrahimovic meraih gelar juara kompetisi major Eropa untuk pertama kalinya sepanjang karirnya.

Tentu saja, ini menjadi peluang besar bagi Ronaldo untuk mencatatkan rekor di 2 kompetisi Eropa dengan cara meraih gelar Europa League seperti yang Ibrahimovic lakukan dan menjadi top skor.

3. Naiknya Nilai Komersial

Selama ini Europa League sangat dianak-tirikan dan sepi peminat, tidak seperti Liga Champions yang memiliki jutaan penonton di televisi dan besarnya pemasukan dari sisi komersial.

Kehadiran Ronaldo pastinya diharapkan mampu menaikan nilai komersial Europa League yang selama ini cukup jauh lebih rendah dan tertinggal dari kompetisi liga Champions.

4. Pelajaran Bermakna dari Naik-Turunya Alur Kehidupan

Sebagai pesepakbola yang telah meraih banyak kesuksesan selama 19 tahun berkarir, mungkin Ronaldo harus sadar bahwa tidak selamanya karirnya berada di garis kesuksesan teratas.

Dengan musim mengecewakan yang dialami dirinya bersama Man United, mungkin akan menjadi suatu pembelajaran bagi dirinya, bahwa setiap pesepakbola dan atlet lainya akan ada masa berakhir untuk era terbaiknya.

Meski demikian, itu tetap tidak menghilangkan fakta bahwa Ronaldo tetap salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa, meskipun dirinya harus rela turun level ke Europa League.

Jadi kesimpulanya adalah, bermain di Europa League bukanlah sesuatu yang memalukan karena banyak sekali pengalaman baru dan pembelajaran bagi pesepakbola Eropa.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Baca juga:  Sifat Tegas Ten Hag dan Man United untuk Tindakan Ronaldo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *