Berilah Andrea Pirlo Waktu untuk Membuktikan Kualitasnya

Andrea Pirlo Pelatih Juventus
Andrea Pirlo Pelatih Juventus (Foto: Eurosport.co.uk)

Dalam dua pekan terakhir, Juventus mampu menorehkan catatan prestasi yang cukup gemilang yaitu dengan menjadi juara Super Coppa Italia pada hari kamis tanggal 21 Januari 2021. Pada laga itu Juventus berhasil mengalahkan Napoli yang merupakan jawara Coppa Italia musim lalu.

Juventus menang dengan skor 2-0 melalui gol dari Ronaldo dan Morata. Lalu pada tanggal 28 Januari 2021, Juventus juga berhasil melangkah ke semifinal Coppa Italia setelah mengalahkan tim Serie A lainya, SPAL dengan skor 4-0.

Baca juga: Sampdoria vs Juventus: Juve Optimis Kejar AC Milan

Keberhasilan Juventus untuk meraih gelar juara Supercoppa Italia menjadi suatu yang istimewa bagi Andrea Pirlo karena merupakan gelar juara perdananya sebagai pelatih Juventus. Pirlo juga berpeluang meraih gelar keduanya, jika Juventus mampu melangkah ke final Coppa Italia lalu menjadi juara.

Bacaan Lainnya

Andrea Pirlo Legenda Bertabur Gelar

Andrea Pirlo, sosok legenda Timnas Italia, Juventus, dan juga AC Milan yang total sudah mengoleksi 17 gelar juara selama menjadi pemain. Gelar yang telah diperoleh antaranya adalah gelar juara Piala Dunia 2006 dan 2 gelar juara Liga Champions.

Pirlo, akhir-akhir ini dihantui dengan isu pemecatan dan tuntutan mundur dari kursi kepelatihanya di Juventus. Si Nyonya Tua, julukan Juventus yang sejak tahun 2012 mampu menjadi penguasa Serie A dengan 9 gelar juara Serie A berturut-turut selama 9 musim.

Baca juga:  Ajax vs Napoli 1-6: Tim Asuhan Luciano Spalletti Pesta Gol di Amsterdam

Juventus musim ini seolah kehilangan tajinya di liga domestik setelah mereka harus bercokol di posisi keempat klasemen hingga pekan ini dengan perolehan 36 poin dari 18 pertandingan dengan catatan 10 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 2 kekalahan. Juventus juga tertinggal 7 poin dari AC Milan yang memimpin puncak klasemen hingga saat ini.

Baca juga: Nicolo Fagioli, Debut Menawan Bersama Juventusnya Andrea Pirlo

Kendati catatan tersebut tidaklah buruk, Pirlo tetaplah dikecam dan dipertanyakan kapasitasnya sebagai pelatih dikarenakan inkonsistensi dari penampilan Juventus di Serie A pada musim ini. Selain itu, Pirlo juga cukup “labil” untuk menentukan formasi dan strategi yang tepat untuk Juventus. Tercatat hingga pekan ini, Juventus menjadi tim yang paling serign gonta-ganti dalam menerapkan formasinya mulai dari 4-4-2, 4-3-3. 4-3-1-2, 3-4-1-2 hingga 3-5-2. 

Andrea Pirlo yang Diragukan Kualitasnya

Andrea Pirlo memberikan instruksi dari pinggir lapangan (Foto: Eurosport.fr)

Semenjak Pirlo terpilih dan diresmikan sebagai pelatih Juventus pada tanggal 8 Agustus 2020 menggantikan Maurizio Sarri yang dipecat, memang menimbulkan sebuah tanda tanya yang cukup besar bagi pendukung Juventus.

Bagaimana tidak, jangankan untuk pengalaman melatih, menjadi asisten pelatih juga tidak pernah dijabatinya setelah Pirlo pensiun. Bahkan Pirlo baru resmi mendapatkan lisensi kepelatihan dari UEFA pada bulan September tepat sebulan setelah Pirlo ditunjuk menjadi pelatih kepala Juventus.

Baca juga: Juventus vs Napoli: Si Nyonya Tua Juara Piala Super Italia

Dalam bursa transfer musim panas, Pirlo mendatangkan beberapa pemain baru seperti Arthur, Weston Mckennie, Dejan Kulusevski, Alvaro Morata, dan Federico Chiesa yang diharapkan mampu membawa Juventus menjadi tim yang kuat secara lini tengah dan agresivitas.

Penampilan Juventus yang Inkonsisten

Pada pertandingan pertama Serie A, Pirlo bersama Juventus berhasil membungkam tim tamu Sampdoria dengan skor 3-0 yang sempat menumbuhkan harapan pendukung Juventus untuk memberi kepercayaan kepada Pirlo.

Baca juga:  Sampdoria vs Juventus 0-0: Tampil Gemilang, Kiper Keturunan Indonesia Bikin Frustrasi Si Nyonya Tua

Hanya saja setelah itu, Juventus harus menelan 3 hasil imbang pada 3 laga berturut-turut yaitu 2-2 melawan AS Roma dan skor 1-1 pada 2 pertandingan melawan tim papan bawah, Crotone dan Hellas Verona.

Setelah itu, Juventus mulai tampil secara tidak konsisten dan bahkan cenderung seperti kebingungan untuk menemukan ritme permainan terbaik mereka seperti musim-musim sebelumnya yang dimana mereka tampil solid dan menerapkan pola permainan yang atraktif.

Di musim ini, Juventus juga terlalu cenderung mengandalkan Ronaldo untuk permainan tim mereka. Itulah yang membuat Pirlo kemudian banyak mendapatkan kritikan karena tingkah “labil” tersebut. Akan tetapi bukan berarti Juventus tidak mencatatkan hasil yang gemilang.

Memberi Kesempatan Pirlo Membangun Juventus Baru

Selain meraih gelar juara Supercoppa Italia 2021, Juventus di bawah Pirlo juga berhasil memutus rekor tak terkalahkan AC Milan dengan mengalahkan mereka di San Siro dengan skor 3-1 pada tanggal 6 Januari 2021. Juventusnya Pirlo juga berhasil membawa Juventus meraih kemenangan atas Barcelona di Camp Nou dengan skor 3-0 setelah beberapa tahun lamanya Juventus tidak meraih kemenangan di sana.

Sebaiknya Pirlo tetap dipertahankan oleh Juventus hingga akhir musim karena di dunia ini segalanya tidak ada yang instan. Pelatih sekelas Ferguson, Klopp, dan Mourinho juga butuh waktu hingga bertahun-tahun lamanya untuk membuktikan diri mereka sebagai pelatih berkelas dunia. Berilah Pirlo waktu dan kesempatan, kelak dia akan menjelma menjadi pelatih kelas dunia.

Christopher Lesmana
Instagram | Kompasiana

Seseorang yang senang untuk menyimpulkan dan mengamati sesuatu yang masih menjadi sebuah teka-teki yang kemudian diungkapkan melalui sebuah tulisan

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Baca juga:  AS Roma vs Napoli 0-1: Si Biru Muda Semakin Tak Terbendung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *