Duo Swedia Bidikan Terkini Atalanta

Mattias Svanberg
Mattias Svanberg (Foto: forzaitalianfootball.com)

Atalanta sedang incar duo Swedia, Mattias Svanberg (Bologna) dan Gabriel Gudmundsson (Groningen). Nama pertama merupakan gelandang tengah, sementara nama kedua biasa beroperasi sebagai full-back atau wing-back. Keduanya masih berumur di bawah 25 tahun. Sebuah upaya meregenerasi skuad? Amat terbuka untuk diinterpretasikan.

Sama berlaga di kasta teratas Italia, La Dea sudah bidik Svanberg jauh-jauh waktu. Di bursa kali ini, mereka coba gali kemungkinan realisasikan transfer. Baru berusia 22 tahun, ia sudah cecap 82 pertandingan Serie A sejauh ini.

Nyaman beroperasi di depan kotak penalti sendiri atau sedikit naik ke area tengah, Svanberg bisa jadi kompetitor, atau suksesor masa depan, bagi gelandang asal Swiss, Remo Freuler atau jangkar Belanda, Marten de Roon.

Baca juga: Nicolo Fagioli, Debut Menawan Bersama Juventusnya Andrea Pirlo

Bacaan Lainnya

Gudmundsson hadir sebagai alternatif Atalanta jikalau muncul tawaran tak terbendung bagi Robin Gosens, yang kiprahnya dapat lampu sorot nan menyilaukan pasca bela Jerman di Euro. Mari sama-sama mengakui: Keren banget ya dia pas lawan Portugal?

Musim lalu, ia bermain sebanyak 23 kali di Eredivisie, 2 kali didapuk sebagai “Man of The Match” dan berhasil kreasikan 5 assist. Kiprahnya tak ayal menarik perhatian sejumlah kalangan, dimana tim pemantau bakat Atalanta hanya salah satu di antara. Rumor yang beredar AC Milan, Manchester City dan Borussia Dortmund sama menandai perkembangan bek kelahiran akhir 90an ini.

Ajian Pemikat Bakat La Dea

Ah, tapi siapa bisa terka kemana lantai bursa membawa? Dulu, para raksasa juga gencar pantau Ruben Neves atau Youri Tielemans, sebelum keduanya pindah ke klubnya yang sekarang.

Baca juga:  Atalanta Telan Kekalahan Perdana di Serie A

Di samping itu, tim asal Bergamo punya daya tawar menarik bagi para targetnya. Selain kans berlaga di Liga Champions musim depan, allenatore Gian Piero Gasperini dikenal punya nyali untuk taruh kepercayaan pada nama-nama “biasa”.

Baca juga: Target Terdekat Spinazzola: Kembali di November!

Dunia belum benar-benar mengenal kualitas Franck Kessie, Rafael Toloi, Timothy Castagne, Ruslan Malinovskyi, atau Mario Pasalic hingga Gasperini berikan waktu bermain konstan, pekan-ke-pekan di Atalanta.

Matteo Pessina (paling depan) merayakan gol di 16 besar. Sumber: Twitter ‘Italian Football TV

Yang paling gres adalah naik daunnya Matteo Pessina. Dalam jangka waktu semusim, gelandang serang 23 tahun buktikan punya kualitas ‘tuk tembus skuad Euro Italia. Bila turnamen itu tetap digelar pada 2020, jangan-jangan alur realita berpotensi lain?

Bila anda tengok runtutan transfer yang pernah ia lalui, anda akan jumpai Como, Spezia, serta Hellas Verona. Untuk kemudian berada di ruang ganti yang sama dengan Marco Veratti, Jorginho, atau Giorgio Chiellini. Sekaligus kenakan jubah pahlawan saat Azzuri terjepit oleh keras kepalanya Austria pada masa perpanjangan waktu, babak 16 besar.

Lantas rutinitas harian apa, drilling latihan macam apa yang sulap Pessina dalam rentang waktu demikian singkat? Svanberg dan Gudmundsson dapat mengetahuinya segera, kalau tak ada aral melintang tentu saja.

Rakaisa Langit
Facebook

***
Ingin menjadi penulis di AnalisBola.com, Silakan hubungi kami melalui email: analisbolacom@gmail.com

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *