Garcia, Zubimendi, Lainez: 6 Talenta Potensial LaLiga 2021/22

Martin Zubimendi
Martin Zubimendi. Foto: realsociedad.eus.

LaLiga boleh kehilangan Sergio Ramos, Raphael Varane dan Lionel Messi, namun kolamnya masih dipenuhi talenta-talenta jempolan, dari posisi ke posisi. Musim lalu, misalnya, naik ke permukaan sosok Jules Kounde, bek tengah Sevilla yang andal lakukan overlap. Atau pemuda 18 tahun dengan energi meluap-luap bernama Pedri, baru saja berlibur usai bela Spanyol dalam dua turnamen beruntun.

Bagaimana musim ini? Adakah kiranya berlian kasar yang dapat pikat publik luas dengan kilaunya, menopang tim dalam capai tujuan setelah 38 pekan dihelat? Berikut 6 talenta potensial yang bisa anda cermati di gelaran LaLiga 2021/22:

Samuel Chukwueze (22 tahun – Villareal)

Terbelit masalah hamstring hingga urung tampil di final Liga Eropa dan Piala Super Eropa, Unai Emery jelas nantikan kesembuhan Chukwueze yang akan lewati 100 laga di Spanyol akhir musim kelak.

Berposisi sebagai sayap kanan, ia gemar merangsek ke daerah berbahaya lawan ‘tuk lepaskan ancaman via kaki kirinya. Masih teramat mengandalkan kaki dominannya, Chukwueze punya kecepatan dan ambisi buat capai lebih banyak gol atau assist.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Happy Ending Drama Lionel Messi

Eric Garcia (20 tahun – Barcelona)

Pique 2.0? Keduanya sama punya pengalaman di kancah Liga Primer Inggris, di kota Manchester dan jebolan akademi La Masia. Sayang, mereka berdua belum sempat lakoni pertandingan bersama di pramusim sebab Garcia musti penuhi panggilan bela negara, laiknya Pedri.

Baca juga:  Espanyol Vs Real Madrid 1-3: 2 Gol Benzema Taklukan Merengues

Ia miliki resume ala bek modern yakni pandai bagi bola dan terbiasa main dengan garis pertahanan tinggi. Para Cules harapkan ia dapat segera nyetel dan isi satu slot di kwartet lini belakang Azulgrana, yang musim lalu kewalahan akibat cedera dan performa angin-anginan hingga Ronald Koeman sempat tempatkan Frenkie de Jong di sana.

Diego Lainez (21 tahun – Real Betis)

Lainez Eurosport
Diego Lainez. Foto: Eurosport.

Penyerang mungil Meksiko masuki musim keempat dalam kostum Hijau-Putih Betis. Sering beroperasi di lebar lapangan, ia belum jaringkan sebiji gol pun dari 48 penampilan LaLiga namun cukup berbahaya dengan angka dribel sukses dan pelanggaran per laga capai 1.4.

Selalu dapat tempat di berbagai tingkatan usia muda timnas Meksiko, Lainez butuh kepercayaan untuk benar-benar “bermain”. Seperti yang sempat ditunjukannya kala masuk di menit 68 dan beri assist buat gol Loren Moron ketika jumpa Barcelona.

Martin Zubimendi (22 tahun – Real Sociedad)

Zubimendi langsung dapatkan bimbingan dari ahli pengatur tempo, Xabi Alonso, di tim muda Sociedad. Pun, klub dari San Sebastian selalu punya reputasi unik berhubungan dengan pemain tengah. Sebut saja Alonso, Mikel Arteta, Xabi Prieto, Jose Mari Bakero, Asier Illaramendi dan Mikel Merino.

Baca Juga: Florentino Perez Bantah Pengaruhi Kepindahan Messi

Barangkali ia adalah pemegang tongkat estafet berikutnya dengan kemampuan operan pendek-panjang berikut intelegensi intersep. Tak ketinggalan, punya satu tempat di skuad Olympic kemarin, kepak medali perak dalam koper bepergiannya.

Marcos Paulo (20 tahun – Atletico Madrid)

Atletico kabarnya harus berdesak dengan Inter untuk tanda tangannya. Maklum, Marcos Paulo berstatus bebas transfer, walau sempat miliki klausul rilis 45 juta euro kala usianya 17. Terakhir, ia membela Fluminense. Main di stadion berkapasitas ratus ribu bukan lagi hal baru sebab telah terbiasa lari-lari giring bola di Maracana yang legendaris.

Baca juga:  Rayo Vallecano vs Real Madrid 3-2: Los Blancos Raih Kekalahan Perdana di La Liga

Tak bermasalah di sisi kanan, kiri maupun tengah, gelandang serang muda ini juga gemar lepaskan tembakan langsung ke arah gawang. Bisa bayangkan low block ala Simeone dan tusukan balik sekencang kilat dari dua pemain berpaspor Portugal: Joao Felix dan Marcos Paulo.

Jose Macias (21 tahun – Getafe)

Jose Macias
Jose Macias. Foto: Transfermarkt.

Sudah masuk radar pemandu bakat Eropa sejak 19 tahun, Macias baru realisasikan kepindahannya musim ini. Catatan golnya kemarin capai dua digit bersama Chivas Guadalajara di Liga MX dan turut raih titel Liga Champions CONCAFAF pada 2017/18.

Ia datang dengan transaksi pinjam dengan opsi permanen kemudian, lalu bakal pakai nomer punggung 9. Masih jalani pemulihan kebugaran, Macias ingin tapaki jejak alumnus Chivas lain, seperti Javier Hernandez dan Carlos Vela, yang mampu bersaing di level berbeda ketimbang bertahan di kolam yang sama.

Rakaisa Langit
Facebook

***

Anda suka menulis tentang sepakbola, kirim tulisanmu ke AnalisBola.com dan baca ketentuannya di SINI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *